23 07-19

Refleksi Hari Anak Nasional: Aku Ingin Terkenal

avatar

Oleh   Marketing Team

Kategori   Kebutuhan

 

“Subscribernya berapa?” 

Satu hal yang sering ditanyakan keponakan cilik saya (pen.) tentang channel YouTube. Hal ini mengingatkan saya pada diskusi tim Kapiler kemarin, mengenai fenomena YouTuber cilik yang membahas mainan, mencoba jajanan, dan lain-lain yang jumlah views-nya bisa mencapai jutaan. Biasanya anak-anak tersebut juga didukung penuh oleh orangtua mereka. Anak kecil (bahkan bayi) dibuatkan akun media sosial oleh orangtua juga menjadi hal yang umum di jaman sekarang.

 

Erik Qualman, seorang pakar digital marketing, dalam bukunya Digital Leader menyatakan keprihatinannya mengenai hal ini. “Orangtua muda perlu memperhatikan dampak jangka panjang dari hal ini,” tulisnya. Anak-anak yang dibuatkan akun media sosial oleh orangtuanya, di masa depan bisa jadi tidak senang dengan hal tersebut.

 

Selain itu, ada bahaya nyata dari ekspos anak di media sosial yang berlebihan. Dilansir dari Fimela.com, menurut komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan Retno Listyarti, tingkat bullying di media sosial meningkat dua kali lipat setiap tahun sejak 2016. Komentar negatif di kolom komentar justru sering berdatangan dari orang asing, yang bisa langsung terbaca oleh banyak orang lainnya.  Kemampuan anak mengelola emosi berbeda dari orang dewasa, karena itu orangtua perlu mengambil keputusan bijak dalam mengatur batasan anak ketika bermain media sosial.

 

Kapiler Indonesia Donasi Online Anak Panti Asuhan Komunitas Lembaga Yayasan Berdaya Digital

Foto: Bu Fifi, Kepala Pengurus Panti Yasni Pejaten dan Koordinator Forum Panti kota Jakarta Selatan

Jangan sampai kita sebagai orang dewasa menyampaikan pesan yang salah kepada anak-anak, terutama anak usia sekolah, sehingga mereka memiliki pandangan bahwa menjadi terkenal adalah perwujudan mimpi mereka. Semangat yang harus ditularkan adalah semangat untuk jadi orang yang bermanfaat. Harapannya, Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2019 tidak sekedar menjadi momen yang dirayakan, tapi dimaknai sebagai pengingat bahwa menjaga Indonesia terus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk anak-anak tumbuh adalah tugas kita bersama.

 

Han/kapilerindonesia

 

 

Sumber:

Erik Qualman. 2011. Digital leader: 5 Simple Keys to Success and Influence. USA: Mc-Graw-Hill

https://www.fimela.com/parenting/read/3807829/kpai-bullying-pada-anak-di-media-sosial-semakin-meningkat-tiap-tahunnya

http://www.herworld.co.id/article/2019/7/11338-Mengulik-Sejarah-Peringatan-Hari-Anak-Nasional

 

Untuk memberikan komentar anda harus login terlebih dahulu

Komentar

Belum ada komentar :(